Senin, 14 Oktober 2013

Karakteristik Kelompok dalam Bekerja


PENGERTIAN TIM / KELOMPOK
tim / kelompok adalah sejumlah individu berkomunikasi satu dengan yang lain dalam jangka waktu tertentu yang jumlahnya tidak terlalu banyak, sehingga tiap orang dapat berkomunikasi dengan semua anggota secara langsung dan telah memiliki rasa kewajiban moral untuk menjalankan harapan peran. sehingga di antara individu itu sudah terdapat pembagian tugas, struktur dan norma-norma tertentu.

KARAKTERISTIK TIM KERJA :

    Ada dua karakteristik yang melekat pada suatu kelompok, yaitu norma dan peran. Yang akan dibahas dalam tulisan ini adalah tentang norma. Norma adalah persetujuan atau perjanjian tentang bagaimana orang-orang dalam suatu kelompok berperilaku satu dengan lainnya. Ada tiga kategori norma kelompok, yaitu norma sosial, prosedural dan tugas. Norma sosial mengatur hubungan di antara para nggota kelompok. Sedangkan norma prosedural menguraikan dengan lebih rinci bagaimana kelompok harus beroperasi, seperti bagaimana suatu kelompok harus membuat keputusan.
Beberapa ahli mengatakan bahwa dalam suatu kelompok terdapat ciri – ciri, yaitu :

1. Terdiri dari 2 orang atau lebih

2. Adanya interaksi yang terus menerus

3. Adanya pengembangan identitas kelompok

4. Adanya norma – norma kelompok

5. Adanya diferensiasi peran

6. Peran yang saling tergantung


KEKUATAN TEAM WORK
      Teamwork atau kerja sama tim merupakan bentuk kerja kelompok yang bertujuan untuk mencapai target yang sudah disepakati sebelumnya. Harus disadari bahwa teamwork merupakan peleburan berbagai pribadi yang menjadi satu pribadi untuk mencpai tujuan bersama. Tujuan tersebut bukanlah tujuan pribadi, bukan tujuan ketua tim, bukan pula tujuan dari pribadi paling populer di tim.

      Dalam sebuah tim yang dibutuhkan adalah kemauan untuk saling bergandeng-tangan menyelesaikan pekerjaan. Bisa jadi satu orang tidak menyelesaikan pekerjaan atau tidak ahli dalam pekerjaan A, namun dapat dikerjakan oleh anggota tim lainnya. Inilah yang dimaksudkan dengan kerja tim, beban dibagi untuk satu tujuan bersama.

      Saling mengerti dan mendukung satu sama lain merupakan kunci kesuksesan dari teamwork. Jangan pernah mengabaikan pengertian dan dukungan ini. Meskipun terjadi perselisihan antar pribadi, namun dalam tim harus segera menyingkirkannya terlebih dahulu. Bila tidak kehidupan dalam tim jelas akan terganggu. Bahkan dalam satu tim bisa jadi berasal dari latar belakang divisi yang berbeda yang terkadang menyimpan pula perselisihan. Makanya sangat penting untuk menyadari bahwa kebersamaan sebagai anggota tim di atas segalanya.

berikut tugas dan tanggung jawab dalam tim :
1. mewujudkan tujuan dan misi tim
2. memelihara kebersamaan dalam tim
3. mematuhi dan melaksanakan ketentuan atau norma yang berlaku dalam tim
4. merealisasikan tugas dasn pekerjannya dengan sebaik-baiknya
5. menjaga nama baik dan kerahasiaan tim
6. menjamin kelancaran pelaksanaan tugas dan pekerjaan tim
7. memberikan kontribusi yang nyata memajukan kerjasama tim
8. ikut berpasrtisipasi dalam pengambilan keputusan tim dengan penuh keiklasan dan rasa tanggung jawab
 Fungsi bekerja sama tim
Bekerja dalam tim mempunyai banyak fungsi dan manfaat. Fungsi bekerja sama dalam tim antara lain dapat mengubah sikap, perilaku dan nilai-nilai pribadi serta dapat turut serta dalam mendisiplinkan anggota lainnya. Anggota tim yang menyimpang dapat sditekan dan diluruskan dengan kewajiban untuk mematuhi dan melaksanakan aturan atau norma yang berlaku dalam tim. Selain itu tim dapat digunakan untuk pengambilan keputusan, merundingkan serta bernegosiasi. Anggota tim dengan latar belakang yang berbeda-beda mungkin saja membawa perspektif atau pengaruh positif terhadap proses pengambilan keputusan.
Cara kerja tim menghendaki adanya komunikasi terbuka diantara semua anggota, interaksi antar anggota tim yang efektif akan mempengaruhi dinamika kerja tim, sebagai contoh, anggota yang berpartisipasi dalam penyusunan rencana akan terikat oleh upaya pencapaian tujuan. Pemahaman tentang tim merupakan hal yang penting untuk dapat melaksanakan semua fungsi manajemen terutama kepemimpinan, sebab sebuah tim adalah refleksi dari kenyataan hidup kelompok orang yang terorganisasi.

Tim tidak hanya penting dan bermanfaat bagi organisasinya saja, tetapi juga memberi manfaat bagi individu para anggotanya. Tim dapat menyediakan kepuasan sosial bagi para anggotanya maka perasaan pemilikasn dan dukungan terhadap tim akan berkurang, manfaat lain dari tim adalah meningkatkan komunikasi interpersonal diantara para anggotanya.
Secara lebih rinci manfaat bekerjasama dalam tim adalah sebagai berikut :
manfaat bagi organisasi :
1. Meningkatkan produktivitas kerja
2. Meningkatakan kualitas kerja
3. Meningkatkan mentalitas kerja
4. Meningkatkan kemajuan organisasi

manfaat bagi anggota :
1. Stress atau beban kerja akibat pekerjaan akan berkurang
2. Tanggung jawab atas pekerjaan dipikul bersama
3. Memperoleh balas jasa dan penghargaan
4. Sebagai media aktualisasi diri
5. Dapat menyalurkan bakat dan kemampuan

B.  IMPLIKASI MANAJERIAL
Implikasi dalam bahasa indonesia adalah keterlibatan manusia dalam melakukan sesuatu, jadi dalam kasus ini Implikasi manajerial team work adalah keterlibatan manusia dalam kerja tim untuk saling membantu rekan satu kelompoknya karena manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa mengerjakan sesuatu sendiri, sudah ada keahlian masing-masing manusia untuk saling melengkapi , begitu juga dalam manajerial, di butuhkan untuk adanya team work untuk melengkapi satu sama lain dalam mengontrol suatu masalah lebih utama dalam Implikasi Manajerial. Implikasi Manajerial dengan cara meningkatkan kapasitas, kualitas, efisiensi dan efektivitas dari sumber daya yang ada. apa implikasi manajerial yang muncul dari organisasi tanpa pembatas. Para manajer memilih pendekatan ini dalam rangka meningkatkan efisiensi dan efektivitas di pasar global yang kompetitif. .Jadi struktur organisasi manajerial tidak akan berpusat pada satu organisasi manajerial namun harus mencakup seluruh struktur organisasi manajerial di seluruh negara.

REFERENSI :
Jawwad, Abdul (2006). Manajemen Team Work. Jakarta : PT. Syaamil Cipta Media.

DAFTAR PUSTAKA :


Sabtu, 05 Oktober 2013

Pengertian Jenis data dan contohnya


No
Jenis Data
Pengertian / Ciri-ciri
Contoh
1
Rasio
-          Memiliki skala 0.
-          data yang diperoleh dengan cara pengukuran, dimana jarak dua titik pada skala sudah diketahui, dan mempunyai titik nol yang absolut
-          Rasio adalah pemikiran menurut akal sehat.
-          Dapat di operasikan secara matematika.
-          Tidak dapat diubah-ubah sesukanya.
-          Tak ada kategorisasi atau pemberian kode.
1.       Ukuran Luas.
2.       Ukuran Volume.
3.       Ukuran Suhu.
4.       Ukuran Panjang.
5.       Ukuran Lingkar Tubuh.
6.       Jumlah buku di kelas: Jika 5, berarti ada 5 buku. Jika 0, berarti taka da buku (absolut 0)
2
Interval
-          Interval adalah selisih antara nilai indeks maksimum dengan nilai indeks minimum.
-          Dapat dioperasikan secara matematika.
-          Tidak memiliki 0 mutlak.
-          Angka yang digunakan menunjukkan urutan.
-          data yang diperoleh dengan cara pengukuran, dimana jarak antar dua titik pada skala, sudah diketahui
-          Berupa rentang nilai.
1.       Temperatur suhu.
2.       Hasil belajar.
3.       Ukuran sepatu.
4.       Tekanan hidrolik
5.       Tekanan udara..

3
Ordinal
-          Berupa kode atau kategori.
-          Tidak dapat dioperasikan secara matematika.
-          Tidak bisa dilakukan operasi matematika
-          Berupa peringkat.
-          Digunakan untuk mengklasifikasikan sesuatu.
1.       Tingkat kepuasan.
2.       Tingkat jabatan.
3.       Tingkatan kualitas
4.       Tingkat pendidikan.
5.       Kinerja seseorang.
6.       Tingkat prestasi.


4
Nominal
-          Tidak dapat di operasikan secara matematika.
-          Posisi data setara
-          Kategori berdasarkan jenis atau macamnya.
-          Membedakan data dalam kelompok yang bersifat kualitatif.

1.       Jenis kelamin.
2.       Agama.
3.       Suku bangsa.
4.       Gaya belajar.
5.       Karakter.

Jenis Data :

Jumat, 27 September 2013

Ruang Lingkup Organisasi



Latar belakang :
Sebagai  generasi penerus bangsa, sangatlah penting bagi kita untuk mengetahui ilmu ilmu berorganisasi  dan diterapkan dalam ruang lingkup masyarakat , apabila kita memiliki ilmu ataupun pengalaman berorganisasi, kita akan mampu menghadapi situasi dimana kita harus mempunyai kemampuan untuk berkomunikasi didepan orang banyak. Dengan begitu kita tidak akan ragu dan terbata bata saat menghadapi situasi tersebut , organisasi pemuda sangat banyak tergantung tempat dan fungsinya.
Di sekolah , terdapat organisasi yang bernama OSIS , di masjid terdapat organisasi “pemuda masjid, di lingkungan masyarakat terdapat organisasi karang taruna dan sebagainya. dalam berorganisasi kita diajarkan menjadi seorang pemimpin yang memiliki karakter  yang cerdas, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya, sarana-parasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi yang. Itulah pentingnya kita untuk bisa berorganisasi baik dalam bermasyarakat. Sebuah organisasi dapat terbentuk karena dipengaruhi oleh beberapa aspek seperti penyatuan visi dan misi serta tujuan yang sama dengan perwujudan eksistensi sekelompok orang tersebut terhadap masyarakat. Organisasi yang dianggap baik adalah organisasi yang dapat diakui keberadaannya oleh masyarakat disekitarnya, karena memberikan kontribusi seperti; pengambilan sumber daya manusia dalam masyarakat sebagai anggota-anggotanya sehingga menekan angka pengangguran
Tujuan Orang-orang yang ada di dalam suatu organisasi mempunyai suatu keterkaitan yang terus menerus. Rasa keterkaitan ini, bukan berarti keanggotaan seumur hidup. Akan tetapi sebaliknya, organisasi menghadapi perubahan yang konstan di dalam keanggotaan mereka, meskipun pada saat mereka menjadi anggota, orang-orang dalam organisasi berpartisipasi secara relatif teratur sehingga kita dapat menerapkan organisasi ini kedalam ruang lingkup perusahaan / organisasi dalam perusahaan.

Perumusan Masalah :
a.      Pengertian organisasi dan ruang lingkupnya
b.     Apa yang dimaksud dengan organisasi perusahaan
c.      Pengalaman dalam berorganisasi

Pembahasan :
          Organisasi adalah sarana yang mengagumkan. Keefektifan perorganisasian pada saat itu kendati tidak sedikit yang menggunakan power/ kekuatan dalam berorganisasi. Namun berbeda dengan pendapat yang mengatakan bahwa kata organisasi adalah alat atau sarana fungsinya untuk mencapai suatu sarana dan menjadikan sekumpulan orang mempunyai tujuan serta dirancang secara sengaja untuk mencapai tujuan yang sama.
Sasaran tersebutseharusnya dikenal sebagai keefektifan organisasi, tetapi menurut Taylor, Fayor, Wever, dan Gilbreth. Scott (1992) bahwa organisasi itu harus diawali dengan pendekatan natural (manusia yang memiliki rasa kebersamaan demi kelangsungan hidup organisasi) dan sistem terbuka (memandang organisasi ini sebagai suatu sistem dari serangkaian kegiatan yang saling  berkaitan dan bergantungan pada lingkungan bisnis atau manajemen. Teori organisasi pada prinsipnya mempunyai dua faktor yang sangat penting, faktor internal dan eksternal, internal itu seperti emosi diri sendiri, sedangkan eksternal itu seperti faktor lingkungan kehidupan maupun politik.
 Ada tiga elemen penting dalam berorganisasi :
1.     Kumpulan Manusia
Sekumpulan ini bisa mengelola kegiatan bersama seperti perencanaan, pengaturan, pengaktualisasian, pengendalian, dan pengevaluasian didalam organisasi
2.     Batasan
Batasan ini merupakan dasar mengotrol atau membatasi, contohnya manager yang ingin mengadakan rekrutmen dan seleksi anggotanya. Nilai-nilai ini merupakan batasan yang didasari olrh sasaran, visi, dan misi. Tetapi batasan organisasi tidak bersfat abadi karena ia dapat berubah dan diubah dengan tuntutan “lingkungan”
3.     Sasaran
Organisasi mempunyai sasaran yang mengarahkan perilaku pada anggotanya ataupun sasaran dalam tujuan yang sama.

Mendirikan sebuah organisasi / perusahaan bukan perkara yang bisa selesai dalam sekali menjetikkan jari. Kita harus tau secara garis besarnya : medan pekerjaan, cara mengetahui organisasi dalam manajemen dan tipe kelompok kerja didalamnya. Tipe kelompok kerja itu bisa berbentuk formal maupun informal, formal yaitu bisa dibentuk oleh organisasinya sedangkan informal  dibentuk oleh kawan atau mereka yang mempunyai kepentingan bersama.
Untuk memastikan organisasi / perusahaan anda berjalan dengan keselarasan yang baik, efektif, efisien serta sesuai dengan kebutuhan, anda perlu menanamkan dasar yang kuat dalam pendirian organisasi / perusahaan anda. Kali ini saya akan menjelaskan asas-asas yang telah dianut oleh kelembagaan besar di dunia. Saya harap penjelesan sederhana ini bisa membuka insight anda tentang prinsip pendirian organisasi / perusahaan anda.

1. Visi (Principle of Organizational Objective)
Apa tujuan pendirian organisasi / perusahaan anda?  kita harus mendefinisikan tujuan terlebih dahulu dan dalam tujuan tersebut harus jelas dan rasional.
2. Kesatuan Visi (Priciple of Unity of Objective)
Tanpa adanya kesatuan tujuan antar individu, maka tujuan organisasi / perusahaan tidak akan tercapai. Setiap individu dalam organisasi / perusahaan akan berlomba-lomba untuk mencapai tujuan mereka sendiri-sendiri. Maka dari itu, perlu adanya menanamkan kesepakatan dalammenyatukan visi setiap stakeholder dalam organisasi / perusahaan anda.
3. Kesatuan Perintah (Principle of Unity of Command)
Kesatuan perintah bertujuan agar sebuah perintah dapat dipertanggungjawabkan oleh satu orang / satu komando saja. Dengan demikian, bawahan bisa secara maksimal dalam satu komando yang bertanggungjawab..
4. Pendelegasian Wewenang (Principle of Delegation of Authority)
Yaitu bagaimana seorang pimpinan dapat membagi tugas pada individu di divisinya dengan jelas. Manajer sebagai pemimpin juga harus bisa mengetahui apa saja tugas dan perintah yang telah didelegasikan pada bawahannya untuk menjalankan fungsi kontrol dengan baik.
5. Tanggung Jawab (Principle of Responsibility)
Seorang bawahan hanya bertanggung jawab dalam tugasnya kepada pemberi wewenang. Sehingga pertanggungjawaban bisa disesuaikan, maka seorang manajer perlu memberikan sebuah deadline.
6. Pembagian Kerja (Principle of Departementation)
Pembagian tugas dalam satu unit kerja harus memiliki hubungan pekerjaan yang saling terkait. Sangatlah penting agar divisi-divisi dalam organisasi / perusahaan yang lebih terstruktur.
7. Efisiensi (Principle of Efficiency)
Apabila sebuah tugas bisa dikerjakan dengan waktu singkat, tidak ada salahnya dikerjakan tanpa adanya penundaan. Waktu anda bisa jadi lebih efisien untuk melaksanakan tugas selanjutnya.
8. Koordinasi (Principle of Coordination)
Asas koordinasi adalah rangkaian dari asas-asas lainnya. Fungsinya untuk mengintegrasikan setiap tindakan supaya lebih terarah dan tertuju dengan benar pada tujuan awal organisasi / perusahaan tersebut.
Tanpa adanya penerapan prinsip-prinsip diatas, akan sulit bagi organisasi dalam perusahaan untuk mencapai tujuannya didirikan. Karena suatu saat pasti muncul konflik yang mampu menghambat tujuan organisasi didalam perusahaan kita secara signifikan.

Pentingnya organisasi  yaitu kita mempunyai pengalaman sekaligus pembelajaran yang menarik karena selain kita bisa mempunyai wawasan luas, mencari jati diri, punya banyak teman, mendapatkan banyak ilmu yang bermanfaat, lebih banyak pengalaman, menambah keterampilan dan mengasah keterampilan , membantu untuk bisa mendapatkan penghasilan (tambahan penghasilan).
Saya sendiri mempunyai pengalaman tersendiri, di sekolah dulu saya mempunyai banyak teman dan menjadi pribadi yang lebih berkarya dan aktif dalam kegiatan apapun, dan paskibra yang pernah saya ikuti menjadikan diri lebih disiplin dan menghargai waktu. Sekarang saat kuliah saya mempunyai hal yang bermanfaat dalam  berorganisasi dikampus salah satunya adalah lebih banyak mengenal teman yang berbeda – beda karakternya sehingga bisa menyatu satu sama lain dan bisa mempunyai jaringan organisasi yang lebih luas.

Kesimpulan :
Pentingnya organisasi bagi setiap individu, karena dalam berorganisasi kita bisa mendapatkan wawasan yang lebih luas, mengenal karakter orang yang berbeda-beda dan menjadi pelajaran hidup yang berharga. Kita bisa menuangkan keahlian dalam bersosalisasi ini kedalam perusahaan yang hasilnya untuk kemajuan perusahaan selain itu dapat dipandang luas atau sebagai contoh nantinya.

Referensi:
Budiharjo, A. Organisasi : Menuju Pencapaian Kinerja Optimum. Jakarta 2011
Wibowo. Raja Grafindo : Perilaku dalam Organisasi. Depok, 2013

Sumber lainnya:


Nama : Aulia Maharani Suci
Kelas : 2KA02
NPM : 11112252
Ilmu  Komputer – Sistem Informasi

Kamis, 02 Mei 2013

Revolusi Kebudayaan




Revolusi Budaya

Kebudayaan Indonesia Zaman Pra Sejarah
Pembagian zaman dalam prasejarah diberi sebutan menurut benda-benda atau peralatan yang menjadi ciri utama dari masing-masing periode waktu tersebut. Adapun pembagian kebudayaan zaman prasejarah tersebut terdiri dari:

I. Zaman Batu Tua (Palaelitikum)
Berdasarkan tempat penemuannya, maka kebudayaan tertua itu lebih dikenal dengan sebutan Kebudayaan Pacitan dan kebudayaan Ngandong.

1.Kebudayaan Pacitan
Pada tahun 1935 di daerah Pacitan ditemukan sejumlah alat-alat dari batu, yang kemudian dinamakan kapak genggam, karena bentuknya seperti kapak yang tidak bertangkai. Dalam ilmu prasejarah alat-alat atau kapak Pacitan ini disebut chopper (alat penetak). Soekmono mengemukakan bahwa asal kebudayaan Pacitan adalah dari lapisan Trinil, yaitu berasal dari lapisan pleistosen tengah, yang merupakan lapisan ditemukannya fosil Pithecantropus Erectus. Sehingga kebudayaan Palaelitikum itu pendukungnya adalah Pithecanthropus Erectus, yaitu manusia pertama dan manusia tertua yang menjadi penghuni Indonesia.

2.Kebudayaan Ngandong
Di daerah sekitar Ngandong dan Sidorejo dekat Ngawi, Madiun, ditemukan alat-alat dari tulang bersama kapak genggam. Alat-alat yang ditemukan dekat Sangiran juga termasuk jenis kebudayaan Ngandong. Alat-alat tersebut berupa alat-alat kecil yang disebut flakes. Selain di Sangiran flakes juga ditemukan di Sulawesi Selatan. Berdasarka penelitian, alat-alat tersebut bersalo dari lapisan pleistosen atas, yang menunjukkan bahwa alat-alat tersebut merupakan hasil kebudayaan Homo Soloensis dan Homo Wajakensis (Soekmono, 1958: 30). Dengan demikian kehidupan manusia Palaelitikum masih dalam tingkatan food gathering, yang diperkirakan telah mengenal sistem penguburan untuk anggota kelompoknya yang meninggal.

II. Zaman Batu Madya (Mesolitikum)
Peninggalan atau bekas kebudayaan Indonesi zaman Mesolitikum, banyak ditemukan di Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Flores. Kehidupannya masih dari berburu dan menangkap ikan. Tetapi sebagian besar mereka sudah menetap, sehingga diperkirakan sudah mengenal bercocok tanam, walaupun masih sangat sederhana.
Bekas-bekas tempat tinggal manusia zaman Mesolitikum ditemukan di goa-goa dan di pinggir pantai yang biasa disebut Kyokkenmoddinger (di tepi pantai) dan Abris Sous Roche (di goa-goa). Secara garis besar kebudayaan zaman Mesolitikum terdiri dari: alat-alat peble yang ditemukan di Kyokkenmoddinger, alat-alat tulang, dan alat-alat flakes, yang ditemukan di Abris Sous Roche.



Kebudayaanzaman Mesolitikum di Indonesia diperkirakan berasal dari daerah Tonkin di Hindia Belakang, yaitu di pegunungan Bacson dan Hoabinh yang merupakan pusat kebudayaan prasejarah Asia Tenggara. Adapun pendukung dari kebudayaan Mesolitikum adalah Papua Melanesia.

III. Zaman Batu Muda (Neolitikum)
Zaman Neolitikum merupakan zaman yang menunjukkan bahwa manusia pada umumnya sudah mulai maju dan telah mengalami revolusi kebudayaan. Dengan kehidupannya yang telah menetap, memungkinkan masyarakatnya telah mengembangkan aspek-aspek kehidupan lainnya. Sehingga dalam zaman Neolitikum ini terdapat dasar-dasar kehidupan. Berdasarkan alat-alat yang ditemukan dari peninggalannya dan menjadi corak yang khusus, dapat dibagi kedalam dua golongan, yaitu:

1.Kapak Persegi
Sebutan kapak persegi didasarkan kepada penampang dari alat-alat yang ditemukannya berbentuk persegi panjang atau trapesium (von Heine Geldern). Semua bentuk alatnya sama, yaitu agak melengkung dan diberi tangkai pada tempat yang melengkung tersebut. Jenis alat yang termasuk kapak persegi adalah kapak bahu yang pada bagian tangkainya diberi leher, sehingga menyerupai bentuk botol yang persegi.

2.Kapak Lonjong
Disebut kapak lonjong karena bentuk penampangnya berbentuk lonjong, dan bentuk kapaknya sendiri bulat telur. Ujungnya yang agak lancip digunakan untuk tangkai dan ujung lainnya yang bulat diasah, sehingga tajam. Kebudayaan kapak lonjong disebut Neolitikum Papua, karena banyak ditemukan di Irian.

Benda-benda lainnya pada zaman Neolitikum adalah kapak pacul, beliung, tembikar atau periuk belanga, alat pemukul kulit kayu, dan berbagai benda perhiasan. Adapun yang menjadi pendukungnya adalah bangsa Austronesia untuk kapak persegi, bangsa Austo-Asia untuk kapak bahu, dan bangsa Papua Melanesia untuk kapak lonjong.

IV. Zaman Logam
Zaman logam dalam prasejarah terdiri dari zaman tembaga, perunggu, dan besi. Di Asia Tenggara termasuk Indonesia tidak dikenal adanya zaman tembaga, sehingga setelah zaman Neolitikum, langsung ke zaman perunggu. Adapun kebudayaan Indonesia pada zaman Logam terdiri dari:

1.Kebudayaan Zaman Perunggu
Hasil-hasil kebudayaan perunggu di Indonesia terdiri dari: kapak Corong yang disebut juga kapak sepatu, karena bagian atasnya berbentuk corong dengan sembirnya belah, dan kedalam corong itulah dimasukkan  tangkai kayunya. Serta nekara, yaitu barang semacam berumbung yang bagian tengah badannya berpinggang dan di bagian sisi atasnya tertutup, yang terbuat dari perunggu. Selain itu, benda lainnya adalah benda perhiasan seperti kalung, anting, gelang, cincin, dan binggel, juga manik-manik yang terbuat dari kaca serta seni menuang patung.

2.Kebudayaan Dongson
Dongson adalah sebuah tempat di daerah Tonkin Tiongkok yang dianggap sebagai pusat kebudayaan perunggu Asia Tenggara, oleh sebab itu disebut juga kebudayaan Dongson. Sebagaimana zaman tembaga, di Indonesia juga tidak terdapat zaman besi, sehingga zaman logam di Indonesia adalah zaman perunggu.

V. Zaman Batu Besar (Megalitikum)
Zaman Megalitikum berkembang pada zaman logam, namun akarnya terdapat pada zaman Neolitikum. Disebut zaman Megalitikum karena kebudayaannya menghasilkan bangunan-bangunan batu atau barang-barang batu yang besar. Peninggalan-peninggalannya yang terpenting adalah:
1.Menhir, yaitu tiang atau tugu yang didirikan sebagai tanda peringatan terhadap arwah      nenek moyang.
2.Dolmen, berbentuk meja batu yang dipergunakan sebagai tempat meletakkan sesajen yang dipersembahkan untuk nenek moyang.
3.Sarcopagus, berupa kubur batu yang bentuknya seperti keranda atau lesung dan mempunyai tutup.
4.Kubur batu, merupakan peti mayat yang terbuat dari batu.
5.Punden berundak-undak, berupa bangunan pemujaan dari batu yang tersusun bertingkat-tingkat, sehingga menyerupai tangga.
6.Arca-arca, yaitu patung-patung dari batu yang merupakan arca nenek moyang.
Hasil-hasil kebudayaan Megalitikum di Indonesia mempunyai latar belakang kepercayaan dan alam pikiran yang berlandaskan pemujaan terhadap arwah nenek moyang.


Tapi kini, semua itu sudah punah karena perilaku generasi muda saat ini mungkin kita akan menghela nafas panjang, apakah budaya kita saat ini telah berevolusi? Mungkin benar, revolusi budaya saat ini seakan begitu deras mengikis secara perlahan akar budaya bangsa Indonesia, baik budaya bahasa moral serta agama.
Banyak factor yang menyebabkan budaya local dilupakan di masa sekarang ini. Masuknya budaya asing ke Indonesia sebenarnya merupakan hal yang wajar, asalkan budaya tersebut sesuai dengan kepribadian bangsa. Namun pada kenyataanya budaya asing mulai mendominasi sehingga budaya local mulai dilupakan.

Suatu ironis kebudayaan sendiri dijauhi oleh anak muda sekarang. Tidak habis piker mengapa kaum muda sekarang lebih suka ala boyband/girlband, seksi dancer, hip hop yang sama sekali tidak mencerminkan ciri khas budaya Indonesia yang ramah, sopan dan berkepribadian luhur.Di Banjarbaru beberapa waktu lalu tepatnya di lapangan Murjani tarian tidak etis yang sering dikenal sebagai seksi dancer ditampilkan dalam suatu acara promosi salah satu perusahaan rokok. Aksi tarian itu ditampilkan di depan anak-anak di bawah umur yang berjarak hanya beberapa meter saja.
Bukanlah sesuatu hal yang aneh ketika pihak yang seharusnya mengingatkan malah ikut menikmati tarian energik yang identic dengan busana minim dipertontonkan tanpa ada pengawasan ataupun peringatan bagi anak di bawah umur. Sebagian orang menganggap itu hanya sebagai hiburan.
Di mana letak pengawasan orangtua saat anak-anal yang harusnya berada di rumah malah dibiarkan berkeliaran bukan pada tempat dan waktunya?

Dalam tinjauan psikologi perkembangan, peran orangtua dibutuhkan dalam mendampingi dan memberitahu bagaimana mereka bisa menyesuaikan diri pada perubahan, perkembangan dan adanya perbedaan di dalam lingkungan mereka. Anak-anak tidak bisa dibiarkan lepas ke dunianya sendiri.
Logika yang muncul, jika lingkungan mereka tidak tepat maka anak-anak ini akan mendapat dampak negatif, baik perubahan psikologinya ataupun kepribadiannya. Memang benar anak dibebaskan untuk memilih apa yang menurutnya itu cocok untuk dirinya. Di sinilah orangtua wajib mengarahkan dan membimbing. Pembelajaran seni tari pada anak usia dini sangat berpengaruh terhadap pola perkembangan anak yang ditandai dengan perkembangan motoric kasar dan motoric halus, pola bahasa dan piker, emosi jiwa serta perkembangan social anak.

Di sekolah keprihatinan manakala keberadaan siswa didik kurang berminat terhadap seni budaya daerah, kata-kata yang terlontar dari mereka bahwa tari/lagu daerah itu kuno (ketinggalan jaman). Itulah persoalan yang menampar wajah dunia pendidikan saat ini. Apakah fakta tersebut bias dari program Ujian Nasional (UN) yang hanya menekankan factor pengetahuan (kognitif) belaka. Fakta keterampilan (psikomotor) kurang mendapat perhatian.

Padahal pelajaran tari bukan bertujuan untuk mempelajari sikap gerak saja, namun juga sikap mental, kedisiplinan, sehingga pendidikan tari itu menjadi media pendidikan. Dalam bukunya tentang pendidikan Ki Hadjar Dewantara menuliskan, tari anak-anak akan memberi pengaruh terhadap ketajaman pikiran, kehalusan rasa dan kekuatan kemauan serta memperkuat rasa kemerdekaan.
Dinas Pendidikan Banjarbaru KASI Kurikulum Drs Simum. MM saat ditemui di kantornya menerangkan untuk pelestarian budaya daerah di sekolah itu di pelajari dari kesenian tari, music daerah, bahasa hingga sejarah kedaerahan. Itu semua terangkum dalam pelajaran Muatan Lokal (Mulok).
Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Herman Taupan di Banjarmasin menambahkan tidak hanya mulok, ekstrakurikuler pun menambah pengayaan pelestarian budaya daerah pada siswa didik di sekolah. Ajang perlombaan tari, music panting sering diadakan. Sekarang tergantung dari sekolah masing-masing sebab sekolah mempunyai hak otonomi untuk memajukan program mulok serta ekstrakurikuler tadi.

Di sisi lain, pihak sekolah kadang-kadang masih memandang kesenian dengan sebelah mata dibandingkan dengan bidang lain, seperti olahraga. Contoh nyata, pembangunan sarana olahraga jauh mengalahkan ketersediaan sarana berekspresi kesenian, bahkan juga mengalahkan kepentingan yang paling mendasar seperti perpustakaan.

Banyak sekolah yang membangun aula megah dan mahal, ruang kesenian tanpa bentuk berada di situ. Sesungguhnya, dalam buku petunjuk teknis mata pelajaran kesenian tertera kata “laboratorium” sebagai ruang praktek kesenian di sekolah. Tak hanya polemic kesenian di pendidikan formal sekolah tahun 2009 ajang budaya Internasional di Malaysia “Rampak Gendang Nusantara” menuai kekecewaan, 40 perwakilah dari Indonesia Sanggar Pesona Banjar sampai berita ini diterbitkan belum menerima sertifikat sebagai peserta tersebut oleh pihak yang bertanggung jawab di Indonesia sebagai pembimbing serta mengantar mereka di ajang itu.

Belajar dari Arsyad Indradi seorang budayawan Banjar, tubuh tua rentanya tak pernah menjadi kendala untuk terus berkarya melalui sastra-sastra indah dan mewariskan budaya luhur banjar kepada cucunya Putri Kurnia Pratiwi siswi SMA Negeri II Martapura serta anak didiknya di Sanggar Selendang Mayang. Sari, Baron, Tazki serta anak-anak Sanggar Selendang Mayang dengan penuh semangat berlatih tari Radap Rahayu serta Baksa Kembang di Musium Lambung Mangkurat.
Keceriaan, suka duka selalu mewarnai jejak langkah mereka dalam melestarikan seni tari klasik banjar di tengah maraknya seni tari modern sebagai idola kaum remaja saat ini. Mereka mengaku ini semua kami lakukan karena hobi, saat kami lakukan gerakan klasik ini kami merasa damai. Seni tradisional yang selama ini jauh dari kehidupan generasi muda dengan berbagai sebab-sebabnya yang telah diuraikan. Mulai dari arus globalisasi dan generasi muda yang cenderung apatis dan mengikuti arus, sehingga budaya asing yang terkesan praktis telah menjadi kiblat budaya mereka.

Bagaimanapun juga ajaran-ajaran seni tradisional daerah telah memberikan pemahaman moral yang luhur, dan memang sangat sesuai jika di aplikasikan dalam diri generasi muda. Tidak malukan kita dengan anak-anak kecil pada Sanggar Selendang Mayang yang melestarikan budaya daerah?


Aulia Maharani Suci
1KA11-11112252
Sistem Informasi

Diberdayakan oleh Blogger.

About Me

Followers

Followers

Pages - Menu

Popular Posts